- MUQADDIMAH
- Orang yang Sudah Wafat dapat Mengambil Manfaat dari Amalan Orang yang Masih Hidup (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah)
- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ditanya tentang firman Allah: “Dan bahwa seorang manusia tidaklah memperoleh selain apa yang telah ia usahakan.” (QS. An-Najm: 39), dan sabda Nabi: “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amal perbuatannya kecuali dari tiga perkara
- Syafa’at Nabi pada Hari Kiamat kepada pelaku dosa besar
- Hadits-hadits shahih yang secara tegas menunjukkan bolehnya berpuasa untuk orang yang sudah meninggal yang ia nadzarkan
- Hutang boleh dilunasi oleh siapa saja
- Barangsiapa yang menshalatkan jenazah seseorang, niscaya ia mendapatkan pahala satu qirath, orang yang shalat mendapatkan pahala dari usahanya, yaitu shalat yang ia kerjakan
- Anak-anak kaum mukminin yang meninggal ketika mereka masih kecil, mereka masuk Surga bersama orang tua mereka walaupun belum beramal sama sekali
- Syaikhul Islam diberi pertanyaan lain tentang bacaan al-Qur`an untuk orang yang sudah meninggal, apakah pahalanya akan sampai kepada mereka atau tidak?
- Shadaqah untuk orang yang sudah meninggal itu bermanfaat untuknya berdasarkan kesepakatan kaum muslimin
- Adapun berpuasa, shalat sunnah dan bacaan al-Qur`an untuk orang yang sudah meninggal, dalam hal ini ada dua pendapat di kalangan para ulama
- Mengambil upah untuk bacaan al-Qur`an atau menghadiahkannya maka hal itu tidak sah
- Membuat makanan yang dilakukan keluarga yang telah meninggal dan mengundang banyak orang untuknya maka ini adalah perbuatan yang tidak disyari’atkan
- Bacaan al-Qur`an secara terus-menerus di kuburan, hal ini tidak dikenal oleh para Salaf
- Orang yang telah meninggal tidak mendapatkan pahala dari mendengarkan al-Qur`an
- Membangun masjid di atas kuburan yang dikenal dengan istilah “masyahid” maka ini tidak dibolehkan
- Shalat di masjid yang dibangun di atasnya kuburan adalah terlarang dengan larangan yang menunjukkan hukum haram
- Suwa’, Yaghuts, Ya‘uq dan Nasr adalah nama-nama orang-orang shalih dari kaum Nabi Nuh
- Kaffarah untuk nadzar maksiat
- Disunnahkan ketika mengunjungi kuburan yang di atasnya dibangun masjid dan kuburan lainnya untuk memberikan salam kepada penghuninya dan mendo’akan kebaikan untuknya
- Tentang mengusap kuburan dan shalat di sisinya atau berniat untuk berdo’a di kuburan
- Syaikhul Islam ditanya tentang pahala seseorang yang membaca al-Qur`an atau sebagian darinya
- Syaikhul Islam ditanya tentang pahala bacaan al-Qur`an seorang anak untuk orang tuanya yang telah meninggal
- Syaikhul Islam ditanya tentang seorang yang meninggalkan orang tuanya dalam keadaan masih kafir, kemudian meninggal dan tidak diketahui apakah mereka telah masuk Islam atau belum
- Membuat makanan untuk keluarga orang yang telah meninggal dunia hukumnya adalah mustahabb
- Syaikhul Islam ditanya tentang bacaan al-Qur`an yang dikhatamkan untuk orang yang telah meninggal dan hukum para qari yang diberi upah
- Sampainya pahala ibadah-ibadah yang terkait dengan harta, seperti shadaqah dan membebaskan budak, demikian pula do’a, istighfar, shalat jenazah dan do’a yang dipanjatkan di kuburnya
- Dibolehkan memotong hewan kurban untuk si mayit, sebagaimana dibolehkan berhaji dan bershadaqah untuknya
- Do’a kaum mukminin untuk saudaranya seiman, seperti shalat mereka atas jenazahnya
- Syaikhul Islam ditanya tentang orang-orang yang tinggal di Kairo, mereka membawa hewan kurban dan menyembelihnya di al-Qarafah (kuburan)
- Pendapat para ulama tentang sampainya pahala ibadah badaniyah kepada orang yang telah meninggal
- Tidak ada satu pun kaum muslimin (dari kalangan Shahabat) yang menghadiahkan pahala amalan mereka kepada Nabi
- Tidak ada satu pun dari kalangan Shahabat yang menghadiahkan pahala amalannya kepada Nabi
⭐ Anda harus membeli ebook ini sebelum menulis komentar.