BAHASAN PERTAMA: Definisi Iman Menurut Etimologi dan Terminologi Syari’at, Serta Perkataan Berbagai Kelompok tentang Iman
BAHASAN KEDUA: Definisi “Bertambah” dan “Berkurang” Menurut Etimologi
BAB I: PERKATAAN AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH BAHWA IMAN BERTAMBAH DAN BERKURANG
Pasal Pertama: Dalil-Dalil Ahlus Sunnah wal Jama’ah dari al-Qur`an dan as-Sunnah, serta nukilan beberapa perkataan mereka
BAHASAN PERTAMA: Dalil-Dalil Ahlus Sunnah wal Jama’ah dari al-Qur`anul Karim
Pertama: ayat-ayat yang dengan jelas menyebutkan bertambahnya iman
Kedua, ayat-ayat yang secara jelas menyebut bertambahnya petunjuk
Ketiga, pemberitahuan Allah tentang bertambahnya kekhusyu’an
Keempat, pemberitahuan Allah bahwa Dia melebihkan sebagian di antara orang-orang mukmin atas sebagian lainnya
Kelima, pemberitahuan Allah tentang perbedaan derajat orang-orang mukmin di Surga
Keenam, pemberitahuan Allah tentang penyempurnaan agama
Ketujuh, pemberitahuan Allah tentang permintaan Nabi-Nya; Ibrahim akan ketenangan hati
Kedelapan, perintah Allah terhadap orang-orang mukmin agar beriman
Kesembilan, Allah membagi orang-orang mukmin menjadi tiga golongan
Kesepuluh, perintah Allah untuk menguji wanita-wanita beriman yang berhijrah
Kesebelas, di dalam al-Qur`an, Allah menyebut Islam tanpa iman
Keduabelas, pemberitahuan Allah bahwa dosa-dosa itu sedikit demi sedikit melenyapkan iman, hingga menutup dan mengunci hati karena terlalu banyaknya dosa BAHASAN KEDUA: Dalil-Dalil Bertambah dan Berkurangnya Iman dari Sunnah
BAHASAN KETIGA: Perkataan Salafush Shalih terkait Bertambah dan Berkurangnya Iman
Pasal Kedua: Sisi-Sisi Bertambah dan Berkurangnya Iman
Sisi pertama: Sisi garis besar dan rinci terkait apa saja yang diperintahkan kepada orang-orang mukmin
Sisi kedua: Sisi garis besar dan rincian terkait apa yang mereka lakukan, karena meski semua orang sama dalam hal kewajiban beriman, namun mereka berbeda-beda dalam hal penerapannya
Sisi ketiga: Ilmu dan pembenaran itu sendiri, sebagian di antaranya lebih kuat dari yang lainnya, dan lebih jauh dari keraguan daripada yang lainnya
Sisi keempat: Setiap orang berbeda-beda dalam hal pengetahuan hati, tingkatannya lebih rendah dari pembenaran
Faidah agung: Orang-orang berbeda pendapat terkait pengetahuan hati; apakah pengetahuan ini didapat melalui syari’at ataukah melalui akal?
Sisi kelima: Amalan-amalan hati seperti cinta, takut, khusyu’, tunduk, kembali, tawakkal, hidup, memohon, takut, berharap dan lainnya
Di antara dalil-dalil Sunnah
Sisi keenam: Amalan-amalan lahir setiap orang berbeda-beda, bertambah dan berkurang
Sisi ketujuh: Iman itu berbeda tingkatannya, bertambah dan berkurang dari sisi ingatan setiap orang dengan hati untuk perkara-perkara iman
Sisi kedelapan: Seseorang terkadang mendustakan dan mengingkari perkara-perkara yang tidak ia ketahui, bahwa semua itu termasuk bagian dari iman
Sisi kesembilan: Perbedaan di antara perkara-perkara iman
Pasal Ketiga: Sebab-Sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman
BAHASAN PERTAMA: Sebab-Sebab Bertambahnya Iman
Pertama: mempelajari ilmu yang bermanfaat
a. Pertama: membaca dan menghayati al-Qur`anul Karim
b. Kedua: mengenali Nama-Nama Allah yang indah dan sifat-sifat Allah yang tinggi
c. Ketiga: merenungkan sirah Nabi yang mulia
d. Keempat: merenungkan keindahan-keindahan agama Islam
e. Kelima: membaca sirah para pendahulu ummat ini
Kedua: merenungkan ayat-ayat kauniyah Allah
Ketiga: sebab-sebab bertambah dan menguatnya iman
BAHASAN KEDUA: Sebab-Sebab Berkurangnya Iman
Bagian Pertama: Sebab-sebab internal atau faktor-faktor pribadi yang berpengaruh terhadap berkurangnya iman
Pertama: bodoh, kebalikan dari ilmu
Kedua: lalai, berpaling dan lupa
Ketiga: melakukan kemaksiatan dan dosa
Keempat: jiwa yang senantiasa memerintahkan keburukan (nafsu ‘ammarah)
Bagian Kedua: Sebab-sebab luar atau faktor-faktor eksternal yang berimbas mengurangi iman. Maksudnya, kekurangan iman yang disebabkan karena pengaruh orang lain
Pertama: syaithan
Kedua: dunia dan segala fitnahnya
Ketiga: teman-teman yang tidak baik
Pasal Keempat: Pembahasan tentang Islam; Apakah Islam Bertambah dan Berkurang?
BAB II: PERKATAAN-PERKATAAN YANG MENYELISIHI PERKATAAN AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH TERKAIT PERMASALAHAN BERTAMBAH DAN BERKURANGNYA IMAN
Pasal Pertama: Perkataan Orang Yang Menyatakan Bahwa Iman Bertambah, Namun Ia Tidak Menyatakan Apa Pun Tentang Berkurangnya Iman
Jalur pertama: jalur ‘Abdullah bin Wahb
Jalur kedua: jalur Ibnul Qasim
Jalur ketiga: jalur Isma’il bin Abi Uwais
Pasal Kedua: Perkataan Orang yang Menyatakan bahwa Iman Bertambah dan Tidak Berkurangnya, dan Bantahannya
Pasal Ketiga: Perkataan Orang yang Menyatakan bahwa Iman Tidak Bertambah dan Tidak Berkurang
Bahasan Pertama: Orang-Orang yang Menyatakan bahwa Iman Tidak Bertambah dan Tidak Berkurang
Pertama: Abu Hanifah dan sahabat-sahabatnya
Kedua: jahmiyah
Ketiga: khawarij dan mu’tazilah
Keempat: Asya’irah dan maturidiyah
Bahasan Kedua: Dalil-Dalil dan Syubhat-Syubhat Mereka, dan Penjelasan Tentang Kekeliruannya
Syubhat pertama: iman adalah satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi
Syubhat kedua: bahwa iman tidak bertambah dan tidak pula berkurang, karena iman adalah pembenaran hati yang sampai pada tingkatan kepastian dan ketundukan
Syubhat ketiga: bahwa tambahan dan kekurangan tidak termasuk dalam sesuatu makhluk pun. Maka siapa yang mengatakan bahwa iman bertambah dan berkurang, berarti iman baginya adalah makhluk
Syubhat keempat: bahwa iman hanya bertambah ketika mendominasi kebalikannya dan berkurang ketika dominasinya terhadap kebalikannya berkurang
Syubhat kelima: Mereka berhujjah pada hadits-hadits yang didustakan terhadap Rasulullah
Bahasan Ketiga: Sikap Mereka terhadap Nash-Nash yang Menunjukkan Bertambah dan Berkurangnya Iman dan Bantahannya
Pasal Keempat: Sebab Perbedaan Pendapat Terkait Permasalahan Ini dan Awal Kemunculannya; Apakah Perbedaan Pendapat Ini Hakiki, ataukah Hanya Sekedar Perbedaan Kata-Kata Saja
Bahasan Pertama: Sebab Munculnya Perbedaan Pendapat terkait Permasalahan Ini
Bahasan Kedua: Pembahasan tentang Perbedaan Pendapat terkait Permasalahan ini; Apakah Merujuk pada Perbedaan Pendapat terkait Definisi Iman, ataukah Tidak?
Bahasan Ketiga: Penjelasan tentang Apakah Perbedaan Pendapat terkait Permasalahan ini Hakiki ataukah Hanya Sekedar Perbedaan Kata-Kata Saja?
BAB III: HUKUM PENGECUALIAN DALAM IMAN
Pasal Pertama: Penjelasan tentang Madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah terkait Permasalahan Pengecualian dalam Iman
BAHASAN PERTAMA: Penjelasan tentang Perkataan Ahlus Sunnah wal Jama’ah terkait Pengecualian dalam Iman, Sumber dan Dalil-Dalil Mereka terkait Pendapat Tersebut
Alasan pertama: Pengecualian dalam iman yang dinyatakan Salaf adalah dengan pengertian bahwa iman mutlak itu mencakup melaksanakan apa yang Allah perintahkan kepada hamba-Nya secara keseluruhan dan meninggalkan semua yang diharamkan
Alasan kedua: Pengecualian dengan memandang diterimanya amal oleh Allah, karena orang yang melaksanakan suatu amalan, ia tidak tahu apakah amalannya diterima ataukah tidak?
Alasan ketiga: Pengecualian menurut Salaf
Alasan keempat: Pengecualian dibolehkan dalam hal-hal yang diyakini, yang tidak diragukan di dalamnya
Alasan kelima: Melihat penutup amalan dan usia, seorang muslim tidaklah mengetahui dengan apa amalan dan usianya ditutup, dan seperti apa kondisinya saat mati, karena hati para hamba berada di antara dua jari di antara jari-jemari Rabb Yang Maha Pengasih
BAHASAN KEDUA: Nukilan Perkataan-Perkataan Salaf terkait Pengecualian dalam Iman dan Titik Temu di Antaranya
1. Pengecualian dengan ucapan, “Insya Allah”
2. Pengecualian Salaf dengan ucapan, “Saya berharap demikian”
3. Pengecualian Salaf dengan ucapan, “Aku beriman kepada Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya”
4. Pengecualian Salaf dengan mengucapkan, “Laa ilaaha ilallaah”
BAHASAN KETIGA: Perkataan yang Dinukil dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah tentang Bid’ahnya Pertanyaan, “Apakah Engkau Orang Mukmin?”
BAHASAN KEEMPAT: Hukum Pengecualian dalam Islam
Pasal Kedua: Penjelasan tentang Perkataan Orang yang Menyatakan Wajibnya Pengecualian, Dalil-Dalil Mereka dan Bantahannya
Pasal Ketiga: Penjelasan tentang Perkataan Orang yang Tidak Membolehkan Pengecualian, Dalil-Dalil Mereka dan Bantahannya
⭐ Anda harus membeli ebook ini sebelum menulis komentar.